Sebelum menilai siapa yang salah dalam polemik Bridgeplay yang ramai sepanjang Oktober ini, ada pertanyaan yang lebih mendasar dan jarang ditanyakan: sebenarnya siapa yang membuat game Windows bisa jalan di Mac? Jawabannya membentang tiga puluh tiga tahun, melibatkan sebuah perusahaan kecil di Minnesota, uang dalam jumlah besar dari Valve, dan serangkaian keputusan Apple yang justru mempersulit semuanya.

Ini bagian pertama dari dua tulisan. Bagian kedua membahas polemik Bridgeplay itu sendiri.

Linimasa berikut berhenti tepat sebelum drama dimulai.

Linimasa: dari Linux 1991 sampai NotProton 2026

Supaya jelas siapa mengerjakan apa dan kapan, ini urutannya:

  • 1991 — Linus Torvalds merilis Linux. Karena terbuka, siapa pun kelak bisa membangun di atasnya tanpa minta izin.
  • 1993 — Wine dimulai oleh Bob Amstadt dan Eric Youngdale. Rilis publik pertamanya 4 Juli 1993.
  • 1996 — CodeWeavers berdiri, dan belakangan menjadi penyokong korporat utama Wine sekaligus penyumbang kode terbesarnya. [2]
  • 2002 — CrossOver dirilis sebagai versi komersial Wine. Versi Mac menyusul setelah Apple pindah ke prosesor Intel pada 2006. Dari penjualan inilah pengembangan Wine dibiayai.
  • 2011 — Gabe Newell menyebut tren menjauh dari platform terbuka sebagai hal yang mengkhawatirkan, menilai Apple sangat tertutup dan keliru secara filosofis, serta menyoroti potongan 30 persen. Di sinilah akar keputusan Valve bertaruh pada Linux, bukan macOS. [4]
  • 2016 — Valve diam-diam mengontrak CodeWeavers untuk mengembangkan Proton. [3]
  • Juni 2018 — Apple mendeprekasi OpenGL dan OpenCL di macOS Mojave, memaksa semua developer pindah ke Metal, API miliknya sendiri. [5]
  • 21 Agustus 2018 — Proton dirilis ke publik. Gaming di Linux berubah total, dan patch-nya dikembalikan ke hulu Wine sehingga semua orang kebagian.
  • 2019 — macOS Catalina mencabut dukungan 32-bit. Wine biasa mati di Mac dan katalog game Mac rontok. Yang menambal CodeWeavers, lewat wine32on64 di produk berbayar mereka. [6]
  • 25 Februari 2022 — Steam Deck dirilis. Berbasis Linux, ditenagai Proton. Taruhan Valve pada platform terbuka terbukti. [9]
  • Juni 2023 — Apple merilis Game Porting Toolkit, dibangun dari source code CrossOver. CodeWeavers menyatakan tidak dilibatkan dan tidak ada kerja sama. [8]
  • April 2025 — Isaac Marovitz, yang saat itu berusia 18 tahun, menghentikan Whisky, antarmuka gratis populer untuk menjalankan game Windows di Mac. Alasannya: proyeknya menggerus penjualan CrossOver yang mendanai Wine. Ia mengarahkan penggunanya membeli CrossOver, dan repositorinya diarsipkan pada 11 Mei 2025. [11]
  • 22 September 2026 — NotProton rilis publik 1.0, mem-porting komponen Proton milik Valve ke macOS, sesuatu yang tidak pernah dikerjakan Valve sendiri. Tetap mensyaratkan CrossOver. [10]

Rantai yang menopang semuanya

Ada lima lapis yang saling menumpuk di sini, dan urutannya penting:

  • Wine. Proyek open source yang menerjemahkan perintah Windows agar jalan di sistem lain. Bukan emulator.
  • CrossOver. Produk berbayar CodeWeavers. Perusahaan ini kontributor terbesar Wine, dan penjualan CrossOver yang membiayai pengembangan Wine di macOS.
  • NotProton. Alat gratis buatan NotProtonNot untuk mengaktifkan Steam Play di Mac, tapi sengaja dirancang hanya mendukung CrossOver. Penggunanya tetap harus beli lisensi.
  • NotProton-WineHQ. Fork dari NotProton oleh Leon Seemann. Di sinilah ketergantungan pada CrossOver berbayar pertama kali dilepas.
  • Bridgeplay. Fork berikutnya, dirilis Raymond Chin ke publik pada 20 Oktober 2026 dengan lisensi GPL-3.0.

Tiga dekade kerja di balik satu klik

Yang hilang dari perdebatan adalah seberapa panjang jalan sampai tombol "install" itu bisa ada.

Wine dimulai pada 1993, dirintis Bob Amstadt dan Eric Youngdale. Tiga puluh tiga tahun kerja, sebagian besar tanpa sorotan. Valve masuk jauh belakangan: sejak 2016 mereka mengontrak CodeWeavers untuk mengembangkan Proton, dan hasilnya mengubah nasib gaming di Linux. Tapi Proton berhenti di Linux. Valve tidak pernah membuatnya untuk macOS. [1]

Apple memperburuk keadaan dari sisi lain. Saat macOS Catalina dirilis pada 2019, dukungan 32-bit dicabut sepenuhnya, dan Wine biasa langsung berhenti berfungsi di Mac karena bergantung pada eksekusi 32-bit. Yang menambal lubang itu bukan Apple dan bukan Valve, melainkan CodeWeavers, lewat pendekatan wine32on64 yang mereka kirimkan di CrossOver, produk berbayar mereka.

Dari celah itulah NotProton lahir: mem-porting komponen Proton milik Valve ke macOS, sesuatu yang tidak dikerjakan Valve sendiri, tapi tetap mengharuskan CrossOver karena di situlah tambalan 32-bit-nya berada. Artinya engine gratis yang hari ini membuat Bridgeplay bisa dipakai tanpa membayar sepeser pun tetap berdiri di atas kode yang keberadaannya dibiayai penjualan CrossOver.

Itu sebabnya keberatan maintainer NotProton tidak bisa dibaca sebagai sekadar iri. Ia sedang menunjuk satu-satunya sumber dana yang menopang seluruh rantai ini.

Siapa yang benar-benar membayar ongkosnya

Kalau ditanya siapa yang membuat main game Windows di Mac jadi mungkin, jawabannya hampir tidak pernah menyebut satu nama pun yang ramai minggu ini.

Linux lahir dari tangan Linus Torvalds pada 1991, dan justru karena ia terbuka, Valve bisa membangun Steam Deck di atasnya tanpa minta izin siapa pun. Wine menyusul pada 1993. Keduanya dikerjakan bertahun-tahun oleh orang-orang yang sebagian besar tidak pernah dikenal publik.

Valve masuk dengan uang. Sejak 2016 mereka mengontrak CodeWeavers untuk mengembangkan Proton, dan itu bukan satu-satunya: Valve juga mendanai Collabora untuk pekerjaan kernel Linux, Igalia untuk sistem operasi Steam Deck, serta pengembangan DXVK dan VKD3D-Proton. Yang penting, hasil kerja itu dikembalikan ke hulu. Patch Proton di-merge balik ke Wine, sehingga semua orang kebagian, termasuk pengguna Mac yang tidak pernah membeli satu pun produk Valve.

Apple melakukan kebalikannya. Saat macOS Catalina dirilis pada 2019, dukungan 32-bit dicabut dan Wine biasa langsung mati di Mac. Tidak ada yang memperbaikinya dari pihak Apple. Yang menambal justru CodeWeavers, lewat pendekatan wine32on64 di produk berbayar mereka.

Sebelum itu Apple sempat mencoba jalannya sendiri. Pada 2018 mereka mendeprekasi OpenGL dan OpenCL di macOS Mojave, dan mendorong semua orang pindah ke Metal, API grafis milik mereka sendiri. Konsekuensinya developer harus menulis ulang kode hanya demi satu platform. Banyak yang tidak melakukannya, dan kekhawatiran soal masa depan gaming di Mac yang ramai saat itu terbukti beralasan.

Lalu pada 2023 Apple merilis Game Porting Toolkit, dan isinya dibangun dari source code CrossOver milik CodeWeavers. Yang perlu digarisbawahi datang dari CodeWeavers sendiri. Dalam tulisan resmi mereka tertanggal 6 Juni 2023, mereka menyebut gembira Apple memilih memakai source code CrossOver, lalu menambahkan satu kalimat yang menjelaskan segalanya: “We did not work with Apple on this tool.” Apple mengambilnya lewat lisensi terbuka, tanpa kerja sama dan tanpa membayar. Secara hukum sah sepenuhnya. Artinya perusahaan paling bernilai di dunia pun menumpang pada kerja perusahaan kecil yang sama, dan komponen D3DMetal buatan Apple sendiri justru dibatasi lisensinya hanya untuk penggunaan non-komersial. [7]

Valve membayar. Apple tidak. Dan di situ sebenarnya pola yang sama terulang dalam skala jauh lebih kecil pada kasus Bridgeplay: mengambil kode berlisensi terbuka, sah menurut hukum, lalu mengirimkannya sebagai produk sendiri. Lisensi memang membolehkan. Yang tidak pernah diatur oleh lisensi mana pun adalah siapa yang akhirnya dikenang publik sebagai pembuatnya.

Jadi ketika maintainer NotProton menulis bahwa tanpa CodeWeavers tidak akan ada Wine di macOS, ia tidak sedang membesar-besarkan. Ia sedang menyebut satu-satunya tiang yang menyangga seluruh bangunan ini, dan satu-satunya sumber dananya.

Bagian Support Wine di README Bridgeplay yang meminta pengguna membeli CrossOver

Itulah fondasi yang sudah berdiri ketika, pada Oktober 2026, sebuah aplikasi gratis bernama Bridgeplay dirilis dan memicu perdebatan panjang soal etika open source. Lanjut ke bagian kedua: polemik Bridgeplay, apa yang terbukti dan apa yang tidak.

Sumber dan rujukan

Seluruh tanggal dan klaim dalam tulisan ini dapat ditelusuri ke sumber berikut: