Komunitas PUBGM Tuli Indonesia: Ciptakan Akses Disabilitas dalam eSports di Turnamen PUBGM Patriot Bekasi<span class="wtr-time-wrap after-title"><span class="wtr-time-number">2</span> min read</span>

Komunitas PUBGM Tuli Indonesia: Ciptakan Akses Disabilitas dalam eSports di Turnamen PUBGM Patriot Bekasi2 min read

Teman Tuli menggunakan bahasa isyarat dalam komunikasi

Bekasi, 17 Maret 2019 – Siapa sih yang nggak tau PUBG-Mobile? Permainan yang sekarang sedang digemari oleh masyarakat di Asia kini merambah di dunia eSports dalam bentuk turnamen. Minggu lalu, turnamen PUBGM yang diselenggarakan oleh PUBGM-Patriot Bekasi bersama ACHIKO dan Mimopay berlangsung sukses. Pesertanya beragam, mulai dari remaja hingga orang dewasa. Tak terkecuali teman-teman Tuli dari Komunitas PUBGM Tuli Indonesia. Tapi sebenarnya, apa sih tujuan dari keterlibatan tim Tuli kali ini?

Ciptakan Akses untuk Pemain Disabilitas

Wawancara Peserta Tuli bersama penerjemah

Piero, kapten dari tim DEAF AVE-VELL mengungkapkan kesulitannya dalam mengerti isi pengumuman yang disuarakan oleh panitia, sehingga teman-teman Tuli ketinggalan informasi. Piero menyarankan adanya teks di layar untuk memberitahu teman Tuli akan sangat membantu. Tempat duduk yang disetting berjajar juga menyultkan teman Tuli untuk berkomunikasi. Berbeda dengan peserta dengar, Teman Tuli menggunakan bahasa isyarat dalam berkomunikasi di permainan. Sehingga, kontak visual sangat diperlukan. Tempat duduk yang berhadapan akan membantu komunikasi bahasa isyarat.

Baca Juga:  Heroes Evolved Diprediksi Menjadi mobile MOBA terbaik yang pernah ada!

Peringkat 5 Besar dari 25 Peserta Dengar Buktikan Kemampuan Tidak Terbatas Disabilitas

Sebagian kecil Komunitas Tuli yang Terlibat dalam Pertandingan

Banyak orang dengan Disabilitas yang berkecil hati atau minder karena yakin kalah dalam turnamen. Komunitas PUBGM Indonesia buktikan bahwa pemikiran tersebut tidak benar. Selain meraih peringkat ke-5 untuk tim DEAF AVE-VELL dan peringkat ke-6 untuk tim DEAF CITY. Jason, salah satu pemain DEAF CITY meraih peringkat ke-2 dalam Solo Turnamen mengalahkan puluhan peserta dengar lainnya. Siapapun bisa menjadi atlet olahraga elektronik, dengan latihan dan disiplin semua orang bisa sukses!

Belajar dari Turnamen Profesional untuk Buat Turnamen Sendiri

posisi duduk yang cukup ideal untuk teman Tuli

Tujuan Komunitas PUBGM Tuli Indonesia untuk terus mengadvokasi turnamen eSports tanah air tidak terfokus dari akses saja namun juga sportifitas dan inklusifitas dalam pelaksanaanya. Kedepannya, Komunitas PUBGM Tuli Indonesia akan membuat turnamen eSports inklusif bagi Teman-teman Penyandang Disabilitas dengan mimpi yang sama untuk menjadi atlet eSports dan mengharumkan nama tanah air .

Baca Juga:  Ini dia Pemenang Mobile Legends Bang Bang di UNIPIN SEACA 2018

Jika kamu ingin bergabung, latihan dan sparing bersama kami, silahkan DM Instagram @buahtomat atau @marvelbh untuk informasi lebih lengkap.

(Visited 73 times, 1 visits today)

Shena Septiani

IG: @buahtomat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.